Haiii mimi
mau share tentang ini nih
Kekurangan gizi
pada otak dalam jangka panjang adalah satu dari faktor biokimia yang
menyebabkan beberapa bentuk Alzhemier, demikia menurut kajian baru yang
bertujuan untuk memecahkankan misteri dari asal-usul penyakit tersebut.
Penyakit tersebut
akan dimulai pada umur 60, dan resiko meningkat dengan umur. Robert Vassar dari
Universitas Northwestern, pengarang utama kajian, menemukan bahwa ketika otak
tidak memiliki cukup glukosa, yang bisa terjadi ketika penyakit kardiovaskular
membatasi aliran darah dari arteri ke otak. Ini adalah proses yang akan
menstimulasi produksi agregat protein yang berpotensi menjadi penyebab
Alzheimer.
Setelah bekerja
dengan otak manusia dan tikus, Vassar menemukan bahwa protein utama di otak
terganggu ketika pasokan energi ke otak berkurang. Protein tersebut, yang
disebut sebagai eIF2alpha, meningkatkan produksi enzim, yang pada akhirnya
meproduksi agregat protein. ‘Penemuan ini signifikan, sebab ia menganjurkan
bahwa meningkatkan aliran darah ke otak dapat menjadi pendekatan terapetik
efektif untuk mencegah dan merawat Alzheimer’, Demikian kata Vassar.
Cara terbaik untuk
meningkatkan aliran darah ke otak, dan mengurangi resiko untuk terkena
alzheimer adalah mengurangi asupan kolestrol, mengatur tekanan darah tinggi,
dan olah raga, terutama pada usia paruh baya. ‘Jika dimulai dari sejak awal,
maka penyakit ini dapat dihindari.’ kata Vassar. Untuk orang yang sudah
mendapatkan gejala, vasodilator (pelebaran pembuluh darah), dapat meningkatkan
asupan oksigen dan glukosa ke otak, demikian tambahan dari dia. Kajian ini
sudah dipublikasi pada jurnal Neuron.
Kontrol apa yang
dimakan
Ketika berbicara
pencegahan Alzheimer, memakan permen bukanlah solusi untuk meningkatkan aliran
glukosa darah ke otak, demikian kata Vassar. Berkurangnya aliran darah ke otak
terjadi dengan berjalannya proses penuaan, dan secara perlahan menyebabkan otak
kekurangan glukosa. Ini adalah fenomena penuaan secara umum, kata Vassar. Juga,
penurunan aliran darah diasosiasikan dengan atherosclerosis, atau pengerasan
arteri, dan hipertensi, juga tekanan darah tinggi.
‘Kita harus
meningkatkan kesehatan kardiovaskular, bukan mengasup gula berlebihan’, kata
Vassar. ‘Apa yang didapat dari kajian epidemiologi adalah olah raga saat paruh
baya adalah salah satu strategi pencegahan terbaik terhadap penyakit Alzheimer,
maka orang harus tetap aktif secara fisik, dan mereka harus menjaga diet dan
mengurangi asupan kolestrol, sebab kolestrol berkontribusi pada
artherosclerosis’. Menurut Vassar, adalah mungkin mendesain obat untuk memblok
protein elF2alfa yang memulai formasi agregat protein, yang dinamakan plak
amiloid.
Penemuan awal
Sepuluh tahun yang
lalu, Vassar menemukan enzim, BACE1, yang bertanggung jawab untuk membuat
agregat protein lengket yang terbentuk diluar neuron, dan mengganggu kemampuan
mereka untuk mengirim pesan. Namun penyebab tingginya tingkat protein pada
orang dengan penyakit tersebut sama sekali tidak diketahui. Kajian Vassar yang
terbaru juga menunjukkan bahwa kekurangan energi di otak dapat memacu proses
pembentukan plak di Alzheimer. Vassar berkata bahwa kerjaan dia menunjukkan
bahwa penyakit Alzheimer dapat diakibatkan dari beberapa tipe kekurangan energi
yang terjadi pada stroke. Sel otak bereaksi dengan meningkatkan BACE1, yang
dapat menjadi respon protektif jangka pendek, namun merusak di jangka panjang.
“Stroke adalah
penahan yang mencegah aliran darah dan memproduksi kematian sel pada saat yang
akut dan dramatis”, kata Vassar. “Apa yang kita bicarakan disini adalah proses
lamban yang terjadi bertahun-tahun, dimana orang memiliki kecenderungan rendah
terhadap penyakit kardiovaskular atau artherosclerosisi. Ia sangat tidak
terasa, namun memiliki efek jangka panjang, sebab ia memproduksi reduksi kronis
pada aliran darah.’ Vassar juga menekankan, bahwa jika orang sudah mencapai
umur tertentu, sebagian akan mendapatkan peningkatan level enzim yang
menyebabkan plak tersebut