m

m

Rabu, 08 Oktober 2014

Aku cinta mamaku meski ia cereweeeett



huuu… marah-marah terus,  gerutuku dalam hati. Aku sebal sama mama. Masak aku dimarahin melulu. Aku kan cuma main. Kata mamaku aku terlalu banyak main. Uh, bukankah wajar kalau aku bermain. Aku kan masih kecil. Kalau aku disuruh belajar terus, kan capek.
Aku memang tidak suka belajar. Aku lebih suka bermain. Karena itu hampir setiap saat mama menasihatiku agar belajar dan beribadah.
”Aku sebenarnya sudah pintar kan? Kenapa harus belajar?” begitu batinku dalam hati setiap dinasihati. Aku memang selalu mendapat peringkat atau ranking yang bagus. Tetapi kata mama aku tidak boleh berpuas diri, apalagi sombong. Harus tetap belajar. Sungguh menyebalkan.
Suatu hari guruku memberi tahu bahwa akan ada ulangan harian. Aku langsung berpikir bahwa pasti ulangan itu akan mudah kuselesaikan. Jadi untuk apa harus belajar? Tapi saat sampai di rumah mama langsung mencecarku dengan pertanyaan.
”Bagaimana sekolahmu? Ada kejadian apa?” tanya mama. Kalimat tanya itu selalu kudengar setiap aku pulang sekolah.
”Tidak ada apa-apa, hanya ada ulangan biasa besok,” jawabku ogah-ogahan.
”Ayo nanti belajar ya, biar mendapat hasil yang memuaskan.”
Ah, nasihat itu lagi. Ingin sekali aku tak mendengarnya.
Sorenya saat aku sedang asyik bermain, mama menyuruhku untuk mengaji.
”Hhhh… aku capek sekali Maaa” kataku.
”Ayo, kamu tidak boleh malas. Cepat berangkat, kamu sudah terlambat nih.”
Padahal aku benar-benar capek banget dan rasanya ingin tidur. Akhirnya aku menurut mamaku pergi mengaji. Setelah pulang aku diingatkan agar belajar untuk ulangan besok. Tapi aku ogah. Aku bermain keluar rumah bersama teman-temanku. Hari menjelang petang saat aku pulang. Saat itu kembali mama mengingatkanku agar tidak lupa belajar. Tapi, ah… aku merasa capek. Aku pun tertidur pulas sebelum sempat belajar.
Keesokan harinya, aku berangkat dengan rasa cemas. Aku merasa belum siap mengikuti ulangan. Saat bel masuk berbunyi, aku semakin cemas. Tibalah saatnya guruku membagikan soal ulangan. Betapa terkejutnya aku, ternyata soal ulangan kali ini jauh lebih sulit dari yang kubayangkan. Aku menyesal tidak belajar semalam. Aku lalu mengerjakannya sebisa mungkin. Waktu ulangan pun selesai. Dengan cemas aku menuggu hasil ulanganku. Betapa jelek nilaiku. Aku hanya mendapat nilai 50. Sementara temanku ada yang memperoleh nilai 100. Saat bel pulang berbunyi, aku pulang dengan muka lesu.
”Bagaimana ini, kalau sampai Mama tahu aku dapat 50, wah bisa berabe. Lebih baik kusembunyikan saja, batinku di sepanjang perjalanan pulang.
Benar saja, begitu aku tiba di rumah, mama langsung bertanya, ”Bagaimana sekolahmu, ada kejadian apa?”
”Tidak ada apa-apa kok Ma,” jawabku.
Malamnya aku merasa capek sekali. Tapi mama meminta tolong kepadaku untuk mengetik.
”Ma, aku capek, Mama saja ya…”
”Tolong, Mama ya. Nanti Mama beri hadiah.”
”Berapa, Ma?”
”Lima ribu mau nggak?”
Akhirnya dengan berat hati aku menerimanya.
”Janji ya Ma. Lima ribu,” kataku sebelum mama berlalu.
Jam sudah menunjuk angka sebelas.
”Sudah dulu ya, Ma.” pintaku saat mama datang.
”Ya sudah, tapi di-save dulu ya” kata mama. Akupun lantas tidur dengan pulasnya.
Esok harinya aku kembali melakukan kegiatan rutinku, berangkat sekolah. Hari ini jam berputar begitu cepatnya. Tak terasa sudah saatnya aku harus pulang. Sesampai di rumah, seperti biasa mama menanyakan kabarku. Akupun menjawab seperti biasa pula. Ternyata Mama tahu kalau aku mendapatkan nilai jelek. Aku sudah mulai kacau. Tapi ternyata Mama tidak marah. Mama ingin agar aku belajar dan tumbuh menjadi dewasa. Apa yang mama lakukan kepadaku dan juga adik-adikku adalah semata-mata karena mama sayang kepada kami. Mama ingin kami semua menjadi orang yang tegar, beriman, dan sukses.
Ternyata, apa pun keadaan kami, bagaimanapun hasil ulangan kami, mama tetap sayang dan selalu mendukung kami untuk maju. Selama ini papa dan mama berjuang keras mencari nafkah dan mengasuh kami karena rasa sayang mereka yang begitu besar. Maafkan aku Mama. Aku tidak akan nakal dan menyakiti hati Mama lagi. Aku sayang Mama hehe
Ini dulu kisahnya waktu aku kira-kira kelas 1 smp hihi inget banget ini kisahnya… and than… buat adik adik yang masih labil dan suka ogah ogahan sama mamanya, jangan begitu lagi yaaa, karna mama itu bidadari titipan dari allah untuk ngejagain kita, ngebuat kita sukses dimasa depan dan bahagia di akhirat… mulai dari sekarang ayo katakan aku cinta ibuku meski ia cereweeeett

Teknik mendiagnosis penyakit lewat kuku



Bagi bagi informasi lagi nih

Kuku adalah bagian tubuh yang terdapat atau tumbuh di ujung jari. Kuku tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian terbentuk saat mulai tumbuh dari ujung jari. Kulit ari pada pangkal kuku berfungsi melindungi dari kotoran.
Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Secara kimia, kuku sama dengan rambut yang antara lain terbentuk dari keratin protein yang kaya akan sulfur.
Pada kulit di bawah kuku terdapat banyak pembuluh kapiler yang memiliki suplai darah kuat sehingga menimbulkan warna kemerah-merahan. Seperti tulang dan gigi, kuku merupakan bagian terkeras dari tubuh karena kandungan airnya sangat sedikit.
Pertumbuhan kuku jari tangan dalam satu minggu rata-rata 0,5 - 1,5 mm, empat kali lebih cepat dari pertumbuhan kuku jari kaki. Pertumbuhan kuku juga dipengaruhi oleh panas tubuh.
Nutrisi yang baik sangat penting bagi pertumbuhan kuku. Sebaliknya, kalau kekurangan gizi atau menderita anoreksia nervosa, pertumbuhan kuku sangat lamban dan rapuh.
Diagnosa penyakit
Sejak dulu, sudah ada teknik mendiagnosis penyakit lewat kuku. Selain lewat kuku, penyakit juga dapat dideteksi lewat mata, lidah, pemeriksaan darah, faeses dan air seni. Penafsiran penyakit lewat kuku ini sebenarnya sudah dilakukan orang sejak zaman Hippocrates.
Berikut beberapa kejanggalan kuku yang dapat membantu dokter mendiagnosis suatu penyakit:
Warna kebiruan pada pangkal kuku menandakan kurang beresnya sirkulasi darah dan merupakan gejala penyakit jantung.
Bila separuh bagian dekat ujung kuku berwarna merah muda atau coklat sementara kulit ari berwarna putih, itu merupakan gejala penyakit gagal ginjal kronis.
Bila timbul kerutan horizontal dan kuku tampak kusam, itu menandakan kurang gizi atau gejala suatu penyakit seperti campak, cacar air, gondok, jantung serta kondisi seperti sindrom Reynaud (kejang pada urat jari tangan dan kaki akibat sangat kedinginan).
Lapisan merah membujur pada kuku, menandakan perdarahan pada pembuluh kapiler. Garis-garis ganda merupakan gejala penyakit darah tinggi (hipertensi).
Bila pertumbuhan kuku tampak lambat, tebal dan mengeras serta kekuning-kuningan, menandakan gangguan getah bening atau penyakit pencernaan kronis.
Timbulnya bintik-bintik tak beraturan pada kuku, menandakan adanya penyakit psoriasis (penyakit kulit kronis).
Bila ada lengkungan berlebihan pada pangkal kuku dan sekitar ujung kuku, itu menandakan gejala penyakit TBC, emfisema (gangguan pada paru-paru), penyakit kardiovaskuler atau hati.