m

m

Jumat, 30 Mei 2014

Kamu dan Bakso




Bakso itu makanan kesukaan aku, isinya beragam,  ada goreng, ada daging giling yang bentuknya bulat, ada daging giling yang bentuknya bunga, ada daging giling yang isinya telor, ada mie, ada bihun, ada tahu goreng, dan juga ada tahu putih. Aku suka bakso karna rasanya enak, isinya beragam, seperti indonesia, isi dari bakso itu menyatu dan menjadi semangkuk bakso yang nikmat.

Kamu itu juga kesukaan aku, isinya juga beragam, mulai dari ginjal, jantung, paru paru, hati, lambung, trakea, pembuluh darah dan banyak deh. Aku suka kamu karna kamu bikin aku senang, bikin senangnya juga beragam, kayak FTV gitu hihi, kamu bikin naik turun hati aku.


Bakso itu buat aku senang, buat kenyang, apalagi kalau ditambah sambal cabe rawit hijau, uwiiiih... Mantap deh.
Kamu juga buat aku senang, buat aku merasa disayang,  apalagi kalau kamu nggak mudah marah, uwiiiih... Mantap deh.

Tapi aku nggak suka pakai saus, saus yang merah ituloh... Itu bikin aku sakit perut.. rasanya juga ngerubah rasa alami dari bakso.
Kamu juga jangan suka ngerubah rasa yang ada yaaa.. Biarin deh rasa sayangnya terus seperti ini, jangan sampai ngerubah rasa alami.

Makan bakso itu enaknya sih bareng kamu, sambil ngobrol, sambil cerita, sambil suap-suapan, Duh, romantis banget yaaa.. Daripada kita nongkrong nggak jelas, mending nongkrong di warung bakso aja haha

Favorit aku dari bakso itu ya kalo bakso nya di kasih bawang goreng sama daun-daunan yang banyak, dan waaaaa.. kenikmatan dunia nomer DUA deh pokoknya.
Favorit aku dari kamu itu ya senyumanmu, semangatmu, perhatianmu, sama cuekmu itu loh. Nggak perlu dikasih apa-apa udah cukup nyenengin aku kok dan waaaaa.. kenikmatan dunia nomer SATU deh pokoknya.

Apalagi yaaa.. (mikir keras)
Oh iya, aku suka bakso yang kuahnya pake kaldu asli. Dan kamu juga pasti cowok asli kan? jadi aku nggak salah pilih dong ya hehe

Yaudah deh segitu dulu aja tentang bakso dan kamunya ya. Intinya itu Aku suka banget sama bakso dan Aku sayang banget sama kamu.. dan juga suka banget sama kamu...

Sabtu, 24 Mei 2014

Aku memiliki mama yang luar biasa



Di siang hari yang sangat indah dan cerah. Aku duduk, aku tidak menyadari bahwa di sampingku ada seorang anak SMA yang sedang dijenguk oleh Ibunya. sepuluh menit berlalu awalnya aku nggak merhatiin, tapi nggak tau kenapa hati menyuruh untuk merhatiin si anak dan ibunya, dan aku pun memperhatikannya tanpa diketahui oleh mereka. Menit silih berganti tiap menit aku melihat Ibu itu terus berbicara sambil mengusap rambut si anak karena mungkin sudah lama tidak ketemu sehingga si ibu tidak henti-hentinya mengelus rambut anaknya. Lama kelamaan aku perhatiin di dalam percakapan itu si anak menangis. aku nggak tau alasannya kenapa bisa menangis, tapi aku beranggapan karena si anak juga kangen banget sama ibunya.
Spontan aku terbayang satu wajah penuh cinta, penuh kasih, dan kehangatan, yang selalu menyayangi dan mencintaiku setulus hati yaitu mama yang telah melahirkanku, menyusui dan membesarkanku sampai saat ini. Aku berfikir banyak sekali perkataan dan perbuatan yang selalu menyakitinya, maafkanlah dosa anakmu yang tak tau diri ini, yang tiap detik, menit, bahkan jam selalu melukai perasaanmu, ma maafin anak mama yang hina ini dan jasa mama nggak bisa dibalas dengan harta bahkan dunia seisinya sebagai gantinya.
Aku pun ikut sedih dan rasanya hatiku ingin ikut menangis, ingin rasanya aku meneteskan air mata dan menangis tersedu-sedu. Aku sayang dan rindu sama mama, I Love You Forever Maa. Aku persembahkan lagu Satu Rindu dari Opick untukmu mamaku sayang…
Ada pepatah surga di telapak kaki ibu, mungkin itu adalah gambaran yang paling mulia untuk setiap pengorbanan yang telah mama lakukan untuk aku. Nggak Cuma sebagai sosok yang lembut, mama adalah seorang pendamping yang kuat bagi papa untuk selalu menyemangati dikala pekerjaan.
Dimataku, mama adalah segalanya. Pengorbanan terbesar dalam melahirkanku membuat diri mama mempertaruhkan seluruh nyawanya. Bahkan setelah aku lahir kedunia, mama dengan penuh kesabaran selalu setia merawat aku sampai besar. Selama hidupnya perjuangan mama nggak pernah kenal lelah. Kadang aku sering buat mama sedih dengan perbuatan yang aku lakukan. Tapi, setiap perbuatanku yang menyakitkan nggak pernah mama ingat, apalagi sebagai dendam.
Pendidikan yang lebih tinggi dari mama kadang membuatku menjadi sombong seperti kacang lupa pada kulitnya. Contohnya aja, kalau mama sekedar bertanya bagaimana menggunakan atau menyalakan DVD. Pemikiran malu dan emosi seringkali terlintas di benakku. Tapi sadarkah? sikap mama yang tulus dan sabar dalam mengajarkanku dalam pertama kali membaca dan dari kecil aku selalu bertanya ini itu kepada mama kalau aku nggak ngerti, hingga aku menjadi seorang mahasiswi merupakan contoh nyata rasa sayang mama tiada akhir.
Hari ini aku sadari bahwa mama adalah sosok yang paling mulia. Seorang papa mengajarkanku bagaimana bertanggung jawab, tetapi seorang mama menunjukan bagaimana cara mencintai dengan penuh cinta kasih. Pinta mama nggak pernah banyak, hanya hidup rukun dalam bersaudara. Terimakasih untuk setiap doa yang selalu mama ucapkan dalam setiap waktu supaya aku selalu hidup dalam penyertaan Allah. Terima kasih Maaa
I Love my super Mom..
May god always bless you, save you, in everywhere, everytime..
Longlife, longlast with dad..
Big loves mom..

Senangnya jadi wanita^^



 ” ternyata wanita itu kalau dandan lama yaaa”
” dandan apaan sih.. cuman pake jilbab sama ngebedakin pipi aja dibilang lama”
” ya justru itu, tadi bilangnya cuman tinggal pake jilbab. kok bisa sampai 20 menit? emang lama ya pake jilbab itu?”
“pake jilbab nggak lama kok, milih warna jilbab yang sesuai nya aja yang lama” *hehe kalem*

*Bisa terlihat cantik dengan pake rok atau celana. Hanya di Skotlandia pria bisa terlihat normal memakai rok :p
*Bisa heboh cipika-cipiki kalau ketemu sama teman yang udah lama nggak ketemu. kalau Pria melakukan itu? ih rempong banget lo…
*Bisa nangis beneran kalo nonton film-film sedih. kalau Pria nggak mungkin bisa kan? kalo pun bisa, emang nggak malu sama wanita?
*Bisa foto narsis dengan segala macam jari bergaya, atau mulut dimonyongkan, atau muka jelek B-)
*Bisa alasan ‘lagi PMS nih’ untuk menjelaskan ketidak normalan sikap :D
*Wanita bisa menginspirasi banyak musisi :D
*Boleh bilang ‘nunggu ada yang ngelamar’ kalau ditanya kenapa belum nikah
*(Kalo udah jadi ibu) Punya syurga di bawah telapak kaki hihihi
*Kalo jadi wanita dewasa bisa terserah milih mau kerja atau nggak. kalo Pria nggak kerja bisa ditendang mertua :)
*Katanya sih dosanya wanita di tanggung oleh 3 orang : ayahnya, saudara laki-lakinya, dan suaminya
*Boleh seenak jidat minta ditraktirin, ngaku-ngaku nggak punya duit (rasanya sah-sah aja)
*Terlihat cool kalau bisa melakukan pekerjaan Pria B-)
*Menurut UU No.13, Pekerja Wanita berhak mendapatkan fasilitas kendaraan kalau bekerja diatas pukul sepuluh malam
*Jerit-jeritan kalau ngeliat artis Favorit? Wanita bisa!
*Boleh punya alasan Cesc Fabregas ganteng kalau nonton Arsenal tanding
*Boleh ribut nanya soal offside, cornerkick, penalty, tendangan bebas dan sebagainya saat nonton bola
*Sah-sah aja pake high heels, sepatu kanvas, sepatu lari, flat shoes
*Boleh  jealous  sama Kate Middleton!

haha setelah mimi pikir-pikiiir... senang ya jadi wanita, tuh kayak yang diatas hohoho

Selasa, 20 Mei 2014

Lagi pengen nulis aja :')




Kamu berbeda dari yang lainnya. Kamu sederhana, apa adanya, misterius, dan begitu sulit untuk ditebak. Wajahmu bukan pahatan seniman kelas dunia ataupun buatan pabrik yang jelas-jelas sempurna. Aku tak memikirkan bagaimana penampilanmu dan bagaimana caramu menata rambutmu. Kamu yang sulit kutebak tapi begitu manis dalam beberapa peristiwa. Kamu yang menggemaskan dalam keadaan yang bahkan sulit kujelaskan. 

  Perkenalan kita sangat instan. Kepolosanmu membuat aku percaya, bahwa kamu adalah pria paling tepat. Aku mulai membangun mimpi, harapan, dan keyakinan agar tidak menyia-nyiakan kebersamaan kita. Kamu humoris dan manis, dua hal itu memang tak cukup dijadikan alasan akan hadirnya cinta. Terlalu terburu-buru jika aku mengartikan ini semua adalah cinta, mungkinkah kita terjebak dalam ketertarikan sesaat? Begitu singkat perkenalan kita, ternyata semua melekat, termasuk cinta? Kamu tak percaya? Tentu saja. Kamu selalu tak percaya pada perasaanku, kamu tetap pada presepsimu sendiri. Padahal aku jujur, aku tak pernah berbohong jika berkata rindu semu itu. 
Hari-hari kulewati dengan banyaknya pertanyaan. Apakah perasaanmu sedalam yang kuharapkan? Aku sedikit menangkap isyarat itu. Kamu berbicara dalam percakapan yang manis lewat pesan singkat. Kamu menghangatkanku di tengah dinginnya malam dengan candaan kecilmu, kamu begitu manis dan mengejutkan. Kamu bilang aku ini bidadari kecilmu. Letupan-letupan kecil perhatianmu membuat aku yang lama tak merasakan cinta seperti tersetrum oleh energi magis. 
Kamu mulai ungkapkan rasa, bercerita tentang rasa kagummu terhadapku. Diam-diam, aku sebenarnya juga sudah mengagumimu sejak lama, sejak semester pertama tepatnya sabtu di pengenalan SBH tapi aku tak ingin bilang. 
Aku mulai menyukaimu dan mulai nyaman dengan keberadaanmu di hari-hariku. Kalau boleh jujur, aku sungguh menikmati kebersamaan kita. Kebersamaan yang terjalin dari makhluk yang bisa membuat bodoh dan pintar dalam waktu yang bersamaan —meski Cuma lewat handphone. Perhatian dan kecupan kecil yang kamu selipkan dalam setiap percakapan lewat tulisan di pesan singkat itu membuat aku banyak berharap. Kupikir, kamu memang punya perasaan yang serius. Yah, aku salah, harapanku terlalu tinggi. Aku belum jadi pemilik hatimu. Aku hanya persinggahan yang tak akan kamu jadikan tujuan. Entah mengapa aku tak bisa berpikir jernih bahwa pria seberlian kamu tak mungkin menaruh hati pada tanah liat seperti aku. Kukira aku sudah menjadi sosok yang spesial bagimu, ternyata perkiraanku pun bisa salah. 
Menyakitkan bukan jika keberadaanku tak pernah kamu anggap meskipun aku selalu hadir dalam tatapanmu? Aku berusaha semampuku untuk membahagiakanmu, namun nampaknya usahaku tak begitu terlihat di matamu. Kita pernah saling berkata sayang, tapi semua akan terasa kosong jika tak benar-benar dikatakan tanpa bertatapan mata. 
Aku memejamkan mata. Pipiku basah entah oleh apa. Jangan suruh aku mengaku bahwa ini adalah air mata, karena kamu tak akan mengerti rasa sakitku. Kamu tersenyum. Sederhana sekali. Ternyata, dari banyaknya pengabaian yang kamu berikan, aku masih bisa mencintaimu.