Di siang hari yang sangat indah dan cerah. Aku duduk, aku
tidak menyadari bahwa di sampingku ada seorang anak SMA yang sedang
dijenguk oleh Ibunya. sepuluh menit berlalu awalnya aku nggak merhatiin, tapi nggak
tau kenapa hati menyuruh untuk merhatiin si anak dan ibunya, dan aku pun
memperhatikannya tanpa diketahui oleh mereka. Menit
silih berganti tiap menit aku melihat Ibu itu terus berbicara sambil mengusap
rambut si anak karena mungkin sudah lama tidak ketemu sehingga si ibu tidak
henti-hentinya mengelus rambut anaknya. Lama kelamaan aku perhatiin di dalam
percakapan itu si anak menangis. aku nggak tau alasannya kenapa bisa menangis, tapi
aku beranggapan karena si anak juga kangen banget sama ibunya.
Spontan aku terbayang satu wajah penuh cinta, penuh
kasih, dan kehangatan, yang selalu menyayangi dan mencintaiku setulus hati
yaitu mama yang telah melahirkanku, menyusui dan membesarkanku sampai
saat ini. Aku berfikir banyak sekali perkataan dan perbuatan yang selalu menyakitinya,
maafkanlah dosa anakmu yang tak tau diri ini, yang tiap detik, menit, bahkan jam
selalu melukai perasaanmu, ma maafin anak mama yang hina ini dan jasa mama nggak
bisa dibalas dengan harta bahkan dunia seisinya sebagai gantinya.
Aku pun ikut sedih dan rasanya hatiku ingin ikut
menangis, ingin rasanya aku meneteskan air mata dan menangis tersedu-sedu. Aku
sayang dan rindu sama mama, I Love You Forever Maa. Aku persembahkan lagu Satu
Rindu dari Opick untukmu mamaku sayang…
Ada pepatah surga di telapak kaki ibu, mungkin itu adalah
gambaran yang paling mulia untuk setiap pengorbanan yang telah mama lakukan
untuk aku. Nggak Cuma sebagai sosok yang lembut, mama adalah seorang pendamping
yang kuat bagi papa untuk selalu menyemangati dikala pekerjaan.
Dimataku, mama adalah segalanya. Pengorbanan terbesar
dalam melahirkanku membuat diri mama mempertaruhkan seluruh nyawanya. Bahkan setelah
aku lahir kedunia, mama dengan penuh kesabaran selalu setia merawat aku sampai
besar. Selama hidupnya perjuangan mama nggak pernah kenal lelah. Kadang aku
sering buat mama sedih dengan perbuatan yang aku lakukan. Tapi, setiap
perbuatanku yang menyakitkan nggak pernah mama ingat, apalagi sebagai dendam.
Pendidikan yang lebih tinggi dari mama kadang membuatku
menjadi sombong seperti kacang lupa pada kulitnya. Contohnya aja, kalau mama sekedar
bertanya bagaimana menggunakan atau menyalakan DVD. Pemikiran malu dan emosi seringkali
terlintas di benakku. Tapi sadarkah? sikap mama yang tulus dan sabar dalam
mengajarkanku dalam pertama kali membaca dan dari kecil aku selalu bertanya ini itu kepada mama
kalau aku nggak ngerti, hingga aku menjadi seorang mahasiswi merupakan contoh nyata
rasa sayang mama tiada akhir.
Hari ini aku sadari bahwa mama adalah sosok yang paling
mulia. Seorang papa mengajarkanku bagaimana bertanggung jawab, tetapi seorang
mama menunjukan bagaimana cara mencintai dengan penuh cinta kasih. Pinta mama
nggak pernah banyak, hanya hidup rukun dalam bersaudara. Terimakasih untuk setiap
doa yang selalu mama ucapkan dalam setiap waktu supaya aku selalu hidup dalam
penyertaan Allah. Terima kasih Maaa
May god always bless you, save you, in everywhere, everytime..
Longlife, longlast with dad..
Big loves mom..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar