m

m

Sabtu, 24 Mei 2014

Aku memiliki mama yang luar biasa



Di siang hari yang sangat indah dan cerah. Aku duduk, aku tidak menyadari bahwa di sampingku ada seorang anak SMA yang sedang dijenguk oleh Ibunya. sepuluh menit berlalu awalnya aku nggak merhatiin, tapi nggak tau kenapa hati menyuruh untuk merhatiin si anak dan ibunya, dan aku pun memperhatikannya tanpa diketahui oleh mereka. Menit silih berganti tiap menit aku melihat Ibu itu terus berbicara sambil mengusap rambut si anak karena mungkin sudah lama tidak ketemu sehingga si ibu tidak henti-hentinya mengelus rambut anaknya. Lama kelamaan aku perhatiin di dalam percakapan itu si anak menangis. aku nggak tau alasannya kenapa bisa menangis, tapi aku beranggapan karena si anak juga kangen banget sama ibunya.
Spontan aku terbayang satu wajah penuh cinta, penuh kasih, dan kehangatan, yang selalu menyayangi dan mencintaiku setulus hati yaitu mama yang telah melahirkanku, menyusui dan membesarkanku sampai saat ini. Aku berfikir banyak sekali perkataan dan perbuatan yang selalu menyakitinya, maafkanlah dosa anakmu yang tak tau diri ini, yang tiap detik, menit, bahkan jam selalu melukai perasaanmu, ma maafin anak mama yang hina ini dan jasa mama nggak bisa dibalas dengan harta bahkan dunia seisinya sebagai gantinya.
Aku pun ikut sedih dan rasanya hatiku ingin ikut menangis, ingin rasanya aku meneteskan air mata dan menangis tersedu-sedu. Aku sayang dan rindu sama mama, I Love You Forever Maa. Aku persembahkan lagu Satu Rindu dari Opick untukmu mamaku sayang…
Ada pepatah surga di telapak kaki ibu, mungkin itu adalah gambaran yang paling mulia untuk setiap pengorbanan yang telah mama lakukan untuk aku. Nggak Cuma sebagai sosok yang lembut, mama adalah seorang pendamping yang kuat bagi papa untuk selalu menyemangati dikala pekerjaan.
Dimataku, mama adalah segalanya. Pengorbanan terbesar dalam melahirkanku membuat diri mama mempertaruhkan seluruh nyawanya. Bahkan setelah aku lahir kedunia, mama dengan penuh kesabaran selalu setia merawat aku sampai besar. Selama hidupnya perjuangan mama nggak pernah kenal lelah. Kadang aku sering buat mama sedih dengan perbuatan yang aku lakukan. Tapi, setiap perbuatanku yang menyakitkan nggak pernah mama ingat, apalagi sebagai dendam.
Pendidikan yang lebih tinggi dari mama kadang membuatku menjadi sombong seperti kacang lupa pada kulitnya. Contohnya aja, kalau mama sekedar bertanya bagaimana menggunakan atau menyalakan DVD. Pemikiran malu dan emosi seringkali terlintas di benakku. Tapi sadarkah? sikap mama yang tulus dan sabar dalam mengajarkanku dalam pertama kali membaca dan dari kecil aku selalu bertanya ini itu kepada mama kalau aku nggak ngerti, hingga aku menjadi seorang mahasiswi merupakan contoh nyata rasa sayang mama tiada akhir.
Hari ini aku sadari bahwa mama adalah sosok yang paling mulia. Seorang papa mengajarkanku bagaimana bertanggung jawab, tetapi seorang mama menunjukan bagaimana cara mencintai dengan penuh cinta kasih. Pinta mama nggak pernah banyak, hanya hidup rukun dalam bersaudara. Terimakasih untuk setiap doa yang selalu mama ucapkan dalam setiap waktu supaya aku selalu hidup dalam penyertaan Allah. Terima kasih Maaa
I Love my super Mom..
May god always bless you, save you, in everywhere, everytime..
Longlife, longlast with dad..
Big loves mom..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar